Malam Nuzulul Qur’an: Makna, Keutamaan, dan Amalan Sunnah
Surabaya, 3 Maret 2026 – Setiap umat Islam menantikan Malam Nuzulul Qur’an, malam yang penuh keberkahan karena diyakini sebagai saat pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan merenungi makna wahyu ilahi.
Apa Itu Malam Nuzulul Qur’an?
Secara harfiah, “Nuzulul Qur’an” berarti turunnya Al-Qur’an. Peristiwa ini menandai awal diturunkannya wahyu pertama, yaitu Surah Al-‘Alaq (96:1-5), ketika Nabi Muhammad ﷺ berusia 40 tahun di Gua Hira, Makkah. Momen ini menjadi tonggak sejarah penting dalam agama Islam, karena Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia.
Tanggal Peringatan
Mayoritas ulama sepakat bahwa Malam Nuzulul Qur’an jatuh pada malam 17 Ramadan. Meski ada pendapat lain yang menyebut tanggal 19 atau 21 Ramadan, tanggal 17 adalah yang paling umum diperingati. Malam ini berbeda dengan Lailatul Qadr, yang terjadi pada malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan, meski keduanya sama-sama memiliki keutamaan besar.
Dalil Nuzulul Qur’an
Al-Qur’an dan Hadis menjadi dasar penting bagi malam ini:
-
Surah Al-Qadr (97:1-5)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ … سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada Malam Kemuliaan… Salam sejahtera sampai terbit fajar.”
-
Surah Al-‘Alaq (96:1-5) – Wahyu pertama:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ … عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan… Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
-
Hadis Riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha (HR. Bukhari & Muslim)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ …“Bulan Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, dan sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah.”
Keutamaan dan Amalan
Malam Nuzulul Qur’an memiliki keutamaan tersendiri. Umat Islam dianjurkan untuk:
-
Membaca Al-Qur’an secara khusyuk dan tadarus bersama keluarga atau komunitas.
-
Melaksanakan shalat malam atau tahajud.
-
Memperbanyak dzikir dan doa, memohon petunjuk dan ampunan.
-
Mengikuti majelis ilmu atau kajian tentang Al-Qur’an.
Amalan ini sesuai dengan sunnah dan merupakan cara umat Islam menghormati malam turunnya wahyu ilahi.
Kesimpulan
Malam Nuzulul Qur’an bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan memperbanyak ibadah. Dengan meneladani wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, umat Islam dapat meningkatkan kualitas spiritual selama bulan Ramadan.