Mengapa Cokelat Identik dengan Hari Valentine? Begini Fakta Ilmiahnya!
Surabaya, 10 Februari 2026 – Hari Valentine selalu identik dengan cokelat, tapi tahukah Anda bahwa alasan ini bukan sekadar tradisi? Ilmuwan dan pakar psikologi mengungkapkan ada dasar biologis dan psikologis yang membuat cokelat erat dengan cinta dan romansa.
1. Cokelat Memengaruhi Hormon “Cinta”
Cokelat mengandung senyawa seperti phenylethylamine (PEA), yang dikenal sebagai “molecule of love.” PEA merangsang otak untuk melepaskan dopamin dan norepinefrin, hormon yang meningkatkan perasaan bahagia dan bersemangat, mirip sensasi jatuh cinta. Selain itu, theobromine memberikan efek ringan stimulan, sementara triptofan meningkatkan serotonin sehingga mood lebih rileks dan positif.
2. Efek Psikologis Hadiah
Memberikan cokelat kepada orang tersayang bukan sekadar manis di lidah, tetapi juga di otak. Otak akan melepaskan dopamin saat menerima hadiah, memperkuat asosiasi antara cokelat dan perasaan cinta. Psikolog menyebut ini sebagai classical conditioning, di mana hadiah manis dikaitkan dengan perhatian dan kasih sayang.
3. Cokelat dan Bonding Sosial
Konsumsi cokelat bersama pasangan atau teman meningkatkan ikatan sosial. Aroma dan rasa manis cokelat membuat interaksi lebih menyenangkan, sehingga tradisi memberikan cokelat saat Valentine terasa alami dan menyenangkan.