Memahami Gastroenteritis: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
Surabaya, 20 Juni 2025 - Gastroenteritis, atau yang sering disebut sebagai “flu perut”, adalah kondisi yang umum terjadi namun bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja—anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu gastroenteritis, penyebab umumnya, gejala-gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan dan pengobatannya.
Apa Itu Gastroenteritis?
Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, terutama lambung dan usus, yang menyebabkan diare, muntah, dan nyeri perut. Kondisi ini biasanya bersifat akut dan berlangsung selama beberapa hari, tetapi dalam kasus tertentu bisa lebih lama, terutama jika tidak ditangani dengan baik.
Meskipun sering dianggap ringan, gastroenteritis bisa menjadi serius jika menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak kecil dan orang tua.
Penyebab Gastroenteritis
Gastroenteritis dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, seperti:
1. Virus (penyebab paling umum)
-
Norovirus – sangat mudah menular, sering menyebabkan wabah di tempat ramai (sekolah, kapal pesiar).
-
Rotavirus – umum menyerang bayi dan anak-anak.
2. Bakteri
-
Salmonella
-
Escherichia coli (E. coli)
-
Campylobacter
3. Parasit
-
Giardia lamblia
-
Entamoeba histolytica
Selain infeksi, gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh:
-
Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi
-
Alergi makanan tertentu
-
Obat-obatan (misalnya antibiotik yang mengganggu flora usus)
Gejala Gastroenteritis
Gejala biasanya muncul dalam 1–3 hari setelah terpapar sumber infeksi, dan bisa berlangsung selama 1–10 hari tergantung penyebabnya.
Gejala umum meliputi:
-
Diare (kadang disertai lendir atau darah)
-
Mual dan muntah
-
Nyeri atau kram perut
-
Demam ringan
-
Kehilangan nafsu makan
-
Sakit kepala dan nyeri otot
-
Dehidrasi (mulut kering, lemas, jarang buang air kecil)
Cara Penanganan dan Pengobatan
Sebagian besar kasus gastroenteritis bisa sembuh tanpa pengobatan khusus, cukup dengan perawatan di rumah:
1. Menghindari Dehidrasi
-
Minum cairan dalam jumlah cukup (air putih, oralit, sup bening).
-
Untuk anak-anak, larutan rehidrasi oral sangat dianjurkan.
2. Makan Secara Bertahap
-
Hindari makanan berat atau pedas.
-
Pilih makanan yang mudah dicerna (nasi, pisang, roti tawar).
3. Istirahat Cukup
-
Beri tubuh waktu untuk pulih.
4. Obat
-
Obat antidiare atau antimual bisa digunakan dengan anjuran dokter.
-
Antibiotik hanya diberikan jika penyebabnya adalah bakteri tertentu, bukan virus.
Jika diare parah atau terdapat tanda dehidrasi berat (lemas, kebingungan, tidak buang air kecil lebih dari 8 jam), segera ke fasilitas kesehatan.
Cara Mencegah Gastroenteritis
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
-
Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet
-
Hindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang
-
Pastikan air minum bersih dan aman
-
Jaga kebersihan dapur dan peralatan masak
-
Vaksinasi (seperti vaksin rotavirus untuk bayi)
-
Hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami diare
Kesimpulan
Gastroenteritis adalah kondisi yang umum namun bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan benar, terutama pada kelompok rentan. Menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, dan memahami gejala awal bisa membantu mencegah dan mengatasi penyakit ini dengan lebih baik. Edukasi dan kewaspadaan sangat penting untuk mengurangi penyebaran penyakit pencernaan seperti gastroenteritis.