Mahasiswa S3 Pendidikan Sains FMIPA Unesa Uji Proposal Disertasi tentang Model E-SPINT Berbasis Virtual Lab
Surabaya, 28 Agustus 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kembali melaksanakan ujian proposal disertasi untuk mahasiswa Program Doktor Pendidikan Sains. Kali ini, ujian digelar atas nama Hasan Nuurul Hidaayatullaah, dengan NIM 24030966010, pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, pukul 08.00–09.30 WIB, bertempat di Ruang Ujian Lantai 1, Gedung IDB FMIPA Unesa.
Disertasi yang diujikan berjudul "Pengembangan Model Ethnophysics-Based STEAM Project for Innovation and Transformation (E-SPINT) Berbasis Virtual Lab untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Calon Guru Fisika". Proposal ini merupakan bagian dari upaya inovatif dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis STEAM yang terintegrasi dengan pendekatan ethnophysics dan teknologi virtual lab.
Dalam pemaparannya, Hasan menjelaskan bahwa Model E-SPINT dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah calon guru fisika melalui proyek berbasis budaya lokal dan pendekatan lintas disiplin. Penggunaan laboratorium virtual diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas laboratorium fisik di berbagai institusi pendidikan.
Proposal disertasi ini disusun di bawah bimbingan dua promotor, yaitu:
-
Prof. Nadi Suprapto, M.Pd., Ph.D.
-
Prof. Eko Hariyono, M.Pd.
Kedua promotor menyampaikan apresiasi atas kerja keras Hasan dalam mengembangkan model pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran fisika yang inovatif, kontekstual, dan berbasis teknologi.
Ujian berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh para penguji dari kalangan akademisi FMIPA Unesa. Forum juga memberikan masukan konstruktif terkait desain model, validitas instrumen, serta strategi implementasi di lapangan.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Inovasi Berbasis Budaya dan Teknologi
Disertasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pembelajaran fisika yang lebih inklusif dan aplikatif. Pendekatan ethnophysics yang diusung Hasan bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran sains, sehingga dapat membentuk guru fisika yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya.
Dengan mengusung model E-SPINT berbasis virtual lab, Hasan berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi nasional dalam pengembangan model STEAM education di Indonesia, khususnya pada level pendidikan guru.