Literasi Sains: Kunci Menghadapi Kompleksitas Kehidupan Abad ke-21
Surabaya, 19 November 2025 – Literasi sains kini menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda dalam menghadapi kompleksitas kehidupan abad ke-21. Tidak hanya sekadar menguasai fakta ilmiah, literasi sains menekankan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi bukti, dan membuat keputusan berbasis sains.
Menurut kerangka pendidikan sains modern, literasi sains diukur melalui tiga kompetensi utama: menjelaskan fenomena ilmiah, merancang dan menilai penyelidikan ilmiah, serta menggunakan informasi ilmiah untuk mengambil keputusan. Kompetensi ini sangat relevan dengan tantangan global saat ini, termasuk perubahan iklim, pandemi, dan kemajuan teknologi yang cepat.
Pentingnya Literasi Sains di Era Kompleksitas
-
Menyaring informasi sains yang akurat dari hoaks.
-
Memahami hubungan sebab-akibat dalam sistem sosial dan alam.
-
Mengambil keputusan cerdas dan bertanggung jawab.
Peran Pendidikan Sains dalam Mempersiapkan Generasi Muda
Strategi Meningkatkan Literasi Sains
-
Pembelajaran kontekstual: Mengaitkan sains dengan isu nyata sehari-hari.
-
Eksperimen dan proyek inkuiri: Mengembangkan kemampuan analisis data dan evaluasi bukti.
-
Integrasi isu global: Memasukkan topik perubahan iklim, teknologi, dan kesehatan dalam kurikulum.
-
Penggunaan teknologi dan data digital: Membiasakan siswa menganalisis informasi ilmiah secara kritis.
Dengan literasi sains yang kuat, generasi muda tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga menjadi warga yang mampu membuat keputusan berbasis sains dan bertindak secara bertanggung jawab.