Ujian Terbuka Disertasi Fitria Eka Wulandari dan Gaguk Resbiatoro: Riset Doktor Pendidikan Sains UNESA Dorong Ekoliterasi dan Transformasi Pembelajaran Digital Berbasis SDGs
SURABAYA – Program Studi S3 Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah melaksanakan Ujian Terbuka Disertasi Fitria Eka Wulandari dan Gaguk Resbiatoro pada Selasa, 28 Juli 2026. Dua penelitian doktoral yang dipresentasikan mengangkat isu strategis mengenai ekoliterasi kreatif dan penguatan kompetensi pendidik dalam pembelajaran fisika jarak jauh, yang memiliki relevansi erat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Ujian Terbuka Disertasi tersebut berlangsung di Auditorium Slamet Dajono, lantai 3 FMIPA UNESA. Fitria Eka Wulandari mengikuti sesi ujian pada pukul 08.00–10.00 WIB, sedangkan Gaguk Resbiatoro melaksanakan Ujian Terbuka pada pukul 10.00–12.00 WIB.
Meskipun mengangkat fokus penelitian yang berbeda, kedua disertasi menunjukkan arah yang sama, yakni menghadirkan inovasi pendidikan sains yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan transformasi teknologi. Substansi kedua penelitian tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 4: Quality Education, serta beberapa tujuan lain yang berkaitan dengan lingkungan, inovasi teknologi, dan pemerataan akses pendidikan.
Fitria Eka Wulandari Angkat IMPROBAL untuk Memperkuat Ekoliterasi Kreatif
Dalam Ujian Terbuka Disertasinya, Fitria Eka Wulandari mempresentasikan penelitian berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Immers Problem Based Project Learning (IMPROBAL) untuk Meningkatkan Ekoliterasi Kreatif Mahasiswa.”
Penelitian tersebut menempatkan ekoliterasi sebagai salah satu kompetensi penting yang perlu diperkuat melalui proses pendidikan. Dalam konteks pendidikan sains, ekoliterasi dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aktivitas manusia, sistem lingkungan, serta berbagai permasalahan ekologis yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pengembangan Immers Problem Based Project Learning (IMPROBAL), proses pembelajaran diarahkan tidak hanya pada penguasaan konsep, tetapi juga pada keterlibatan mahasiswa dalam menghadapi permasalahan dan aktivitas berbasis proyek.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menganalisis persoalan lingkungan, mengembangkan ide, dan menghasilkan alternatif penyelesaian secara kreatif. Dengan demikian, pembelajaran sains dapat berfungsi sebagai wahana untuk membangun kemampuan berpikir sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dari perspektif Sustainable Development Goals, penelitian Fitria memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4: Quality Education, terutama melalui upaya pengembangan model pembelajaran inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.
Fokus pada ekoliterasi juga relevan dengan SDG 13: Climate Action, khususnya dalam membangun pengetahuan dan kesadaran terhadap berbagai tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
Selain itu, penguatan kemampuan mahasiswa dalam memahami hubungan antara perilaku manusia dan kondisi lingkungan memiliki keterkaitan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production. Sementara itu, perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem dapat dikaitkan dengan SDG 15: Life on Land.
Melalui perspektif tersebut, pendidikan sains tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan penguasaan konsep ilmiah, tetapi juga dapat mengembangkan kapasitas mereka untuk memahami persoalan lingkungan dan menghasilkan gagasan kreatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam Ujian Terbuka tersebut, Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd. tercatat sebagai promotor dan Prof. Dr. Eko Hariyono, M.Pd. sebagai kopromotor. Tim penguji juga melibatkan akademisi dengan bidang keahlian Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Kimia, dan Biologi, termasuk penguji dari Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Gaguk Resbiatoro Kembangkan ScaPro-PjBL untuk Pembelajaran Fisika Jarak Jauh
Pada sesi berikutnya, Gaguk Resbiatoro mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Scaffolded Product in Project-Based Learning (ScaPro-PjBL) untuk Melatihkan Technological Pedagogical and Content Knowledge on Physics Distance Learning (TPaCK-PDL).”
Penelitian tersebut mengangkat persoalan yang semakin penting dalam transformasi pendidikan, yaitu bagaimana pendidik mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan penguasaan konten secara efektif dalam pembelajaran fisika jarak jauh.
Transformasi digital dalam pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dengan menyediakan perangkat atau platform pembelajaran. Kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kompetensi pendidik dalam memilih teknologi yang sesuai dengan karakteristik materi, tujuan pembelajaran, strategi pedagogis, serta kebutuhan peserta didik.
Melalui model Scaffolded Product in Project-Based Learning (ScaPro-PjBL), pembelajaran berbasis proyek dipadukan dengan dukungan pembelajaran secara bertahap atau scaffolding. Model tersebut dikembangkan untuk melatihkan Technological Pedagogical and Content Knowledge on Physics Distance Learning (TPaCK-PDL).
Fokus tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan SDG 4: Quality Education, terutama dalam konteks peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan kualitas proses pembelajaran berbasis teknologi.
Pengembangan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi pendidikan juga dapat dikaitkan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem pendidikan yang semakin adaptif.
Dalam konteks yang lebih luas, pembelajaran jarak jauh juga berpotensi memperluas kesempatan belajar dengan mengurangi keterbatasan yang disebabkan oleh jarak geografis. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki irisan dengan semangat SDG 10: Reduced Inequalities, terutama ketika teknologi pendidikan digunakan untuk memperluas akses terhadap pengalaman belajar berkualitas.
Dalam Ujian Terbuka Gaguk Resbiatoro, Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si. tercatat sebagai kopromotor. Tim penguji melibatkan sejumlah akademisi bidang Pendidikan Fisika dan Pendidikan IPA, serta Prof. Dr. Sri Astutik, M.Si. dari Universitas Jember sebagai salah satu penguji.
Dua Riset Doktor, Dua Perspektif Menuju Pendidikan Berkelanjutan
Ujian Terbuka Disertasi Fitria Eka Wulandari dan Gaguk Resbiatoro memperlihatkan bagaimana penelitian doktoral dalam bidang Pendidikan Sains dapat merespons tantangan yang berkembang di masyarakat.
Penelitian Fitria menempatkan lingkungan dan ekoliterasi sebagai bagian penting dari pembelajaran, sedangkan penelitian Gaguk menekankan teknologi dan kompetensi pedagogis dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan digital.
Kedua perspektif tersebut menunjukkan bahwa pencapaian SDG 4: Quality Education tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan berkualitas memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan peserta didik dan pendidik dalam merespons persoalan lingkungan, perkembangan teknologi, inovasi, serta perubahan sosial.
Dalam konteks ekoliterasi, pendidikan berperan dalam membangun pemahaman bahwa pengetahuan ilmiah harus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, dalam konteks transformasi digital, pendidikan juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi secara tepat dan pedagogis.
Dengan demikian, penelitian doktoral dapat memiliki posisi strategis dalam mempertemukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Pendidikan Sains UNESA dan Kontribusi terhadap Agenda SDGs
Pelaksanaan Ujian Terbuka Disertasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana penelitian di Program Studi S3 Pendidikan Sains FMIPA UNESA dapat diarahkan pada isu-isu yang memiliki relevansi dengan pembangunan berkelanjutan.
Model IMPROBAL mengangkat persoalan ekoliterasi dan kreativitas mahasiswa, sementara ScaPro-PjBL merespons tantangan integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam pembelajaran fisika jarak jauh.
Secara keseluruhan, kedua penelitian memiliki relevansi dengan beberapa tujuan SDGs, yaitu SDG 4: Quality Education, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 10: Reduced Inequalities, SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 13: Climate Action, dan SDG 15: Life on Land.
Melalui penelitian seperti yang dipresentasikan Fitria Eka Wulandari dan Gaguk Resbiatoro dalam Ujian Terbuka Disertasi, pendidikan sains memiliki peluang untuk memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Penguatan literasi lingkungan, kreativitas, inovasi pembelajaran, kompetensi teknologi, dan kualitas pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan sains yang tidak hanya relevan dengan perkembangan akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.