Rupiah Tertekan, Harga Emas Antam Turun, IHSG Anjlok ke Level 5.694
Jakarta, 4 Juni 2026 — Pasar keuangan Indonesia bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, harga emas Antam terkoreksi, sementara Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami penurunan tajam hingga menembus level 5.700.
Kurs dolar AS terhadap rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp18.040–Rp18.046 per dolar AS. Data Wise menunjukkan nilai tukar USD/IDR berada di sekitar Rp18.046, sedangkan Investing.com mencatat kurs USD/IDR sekitar Rp18.040,1 dengan rentang harian Rp17.937,8 hingga Rp18.043,0.
Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia terakhir yang tersedia pada Rabu, 3 Juni 2026, tercatat sebesar Rp17.931 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi 2 Juni 2026 sebesar Rp17.863 per dolar AS.
Tekanan juga terjadi pada pasar logam mulia domestik. Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, turun menjadi Rp2.759.000 per gram. Harga buyback emas Antam juga terkoreksi Rp13.000 ke level Rp2.571.000 per gram.
Di pasar global, harga emas spot justru dilaporkan naik sekitar 0,8% ke level US$4.468,84 per ons, didorong pelemahan dolar AS dan sentimen geopolitik. Kontrak berjangka emas AS juga menguat ke sekitar US$4.495,70 per ons.
Kondisi pasar saham Indonesia turut melemah signifikan. IHSG tercatat turun 246,14 poin atau sekitar 4,14% ke level 5.694,91 pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup di level 5.941 setelah terkoreksi 4,11%.
Tekanan terhadap IHSG mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah pelemahan rupiah dan tekanan jual di pasar saham. Riset harian MNC Sekuritas yang dikutip Pasardana menyebut koreksi IHSG pada perdagangan sebelumnya disertai peningkatan tekanan jual.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati pergerakan rupiah, arah harga komoditas global, serta sentimen investor asing terhadap pasar saham domestik. Bagi investor ritel, volatilitas pasar hari ini menjadi sinyal penting untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek.