Kuliah Tamu FMIPA UNESA Bersama Akademisi NAIST Jepang: Menggali Strategi Menemukan Ide Penelitian yang Novel
Surabaya – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “First Struggle: How to Find Novel Idea?” pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Christopher Wiraatmaja, Ph.D. dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, sebagai narasumber.
Kuliah tamu tersebut diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Pengukuhan Mahasiswa Baru Pascasarjana FMIPA UNESA Angkatan 2026. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Wasis, M.Si., Dekan FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa baru program magister dan doktor di lingkungan FMIPA UNESA, termasuk mahasiswa baru Program Studi S3 Pendidikan Sains UNESA. Jalannya kuliah tamu dipandu oleh Muhammad Nurrohman Sidiq, Ph.D., dosen Program Studi S2 Kimia UNESA.
Menemukan Novelty Menjadi Tantangan Awal Peneliti
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Christopher Wiraatmaja, Ph.D. membagikan pengalaman dan proses yang dilaluinya dalam menemukan ide penelitian yang memiliki unsur kebaruan atau novelty. Menemukan sebuah ide penelitian yang baru dan relevan bukan merupakan proses yang berlangsung secara instan, khususnya pada jenjang pendidikan pascasarjana.
Pada jenjang magister dan doktor, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu melaksanakan penelitian, tetapi juga memahami posisi penelitian yang dilakukan di antara berbagai penelitian yang telah berkembang sebelumnya. Oleh karena itu, kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan, membaca perkembangan bidang keilmuan, serta menemukan peluang penelitian menjadi bagian penting dalam proses akademik mahasiswa pascasarjana.
Materi tersebut menjadi sangat relevan bagi mahasiswa baru karena salah satu tantangan awal dalam menjalani pendidikan pascasarjana adalah menentukan fokus penelitian yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki landasan ilmiah, relevansi, dan unsur kebaruan yang jelas.
Survei Literatur sebagai Kunci Menemukan Research Gap
Salah satu pembelajaran penting dalam Kuliah Tamu FMIPA UNESA tersebut adalah bahwa penelitian yang memiliki novelty tidak dapat dibangun tanpa melakukan penelusuran terhadap penelitian-penelitian terdahulu secara mendalam.
Survei literatur secara intensif menjadi tahapan penting untuk mengetahui perkembangan terkini suatu bidang penelitian. Melalui kajian literatur yang sistematis dan mendalam, peneliti dapat memahami apa yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, mengidentifikasi permasalahan yang belum terjawab, serta menemukan research gap yang dapat dikembangkan menjadi topik penelitian baru.
Dengan demikian, membaca literatur tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan referensi. Literatur menjadi dasar bagi seorang peneliti untuk membangun argumentasi ilmiah mengenai pentingnya sebuah penelitian sekaligus menunjukkan letak kebaruan penelitian yang akan dilakukan.
Kemampuan mengidentifikasi research gap juga menjadi semakin penting pada jenjang pendidikan doktoral. Penelitian doktoral diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan pengetahuan, sehingga mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai peta penelitian pada bidang yang sedang dikaji.
Membekali Mahasiswa Pascasarjana FMIPA UNESA dengan Wawasan Riset
Kuliah tamu “First Struggle: How to Find Novel Idea?” memberikan kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana FMIPA UNESA untuk memperoleh wawasan langsung dari akademisi internasional mengenai dinamika dalam membangun sebuah penelitian.
Mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias, khususnya dalam memahami bagaimana sebuah ide awal dapat berkembang menjadi topik penelitian yang memiliki landasan ilmiah dan novelty yang kuat. Materi yang disampaikan juga menegaskan bahwa menemukan ide penelitian membutuhkan proses panjang berupa membaca, mengamati, membandingkan, mempertanyakan, dan mengevaluasi berbagai penelitian yang telah tersedia.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru program magister dan doktor FMIPA UNESA dalam merancang perjalanan akademik dan penelitian mereka. Selain meningkatkan wawasan mengenai strategi menemukan ide penelitian, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya riset yang kritis, sistematis, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu dengan menghadirkan akademisi dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, FMIPA Universitas Negeri Surabaya terus mendorong terciptanya atmosfer akademik yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta wawasan global mahasiswa pascasarjana.